Suasana fajar di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Tuksongo senantiasa diselimuti kekhusyukan dzikir dan tilawah. Selepas pelaksanaan sholat Shubuh berjamaah, seluruh santri berkumpul di serambi masjid jami' untuk mengikuti halaqah pengajian kitab hadits monumentil Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi rahimahullah yang diampu langsung oleh pimpinan pondok pesantren.
Dalam taushiyahnya, pimpinan pondok menekankan betapa pentingnya menjaga kemurnian niat dan ketundukan hati dalam menuntut ilmu syar'i. 'Menuntut ilmu di pesantren bukan semata-mata mencari gelar atau sanjungan duniawi, melainkan melatih diri kita agar senantiasa ikhlas, tawadhu', dan mengamalkan setiap petunjuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam kehidupan sehari-hari,' tegas beliau di hadapan para santri.
Kajian rutin ini merupakan agenda wajib harian yang diselenggarakan setiap ba'da Shubuh sebelum para santri beranjak ke agenda pemberian mufrodat (kosakata harian bahasa Arab dan Inggris). Melalui tradisi talaqqi ini, nilai-nilai akhlakul karimah dan kecintaan pada sunnah nabi senantiasa tertanam kuat dalam sanubari setiap santri sejak usia dini.